Sabtu, 27 November 2010

Puisi : Menjelang Siang

Menjelang Siang
(Nafiah Al-Ma'rab)

Aku dan sebentuk pagi
menyeruak dinding embun
Seperti memungut kata di jalan-jalan tua
Kemana butiran hujan kupesan semalam,
ditelan sebilah asa remuk.

Langkah lagi-lagi langkah,
tersandung janji rezeki terlalu diiming.
Aku menumpas rindu pada langit,
masih kulihat buram

Sementara inilah penantian,
Sorot siang begitu memojokkan,
tak kuasa aku bersahabat
dengan dengkuran jam.
Waktu lagi-lagi waktu,
tak ubahnya daun menguning

Apakah siang menyambut
sajak kegelisahanku,
menanti di ceruk jiwa,
menata keping runyam di dada,
tanganku kian jelata

Sepenggal harap kupungut,
kusinggah di genting garis nasib
Semoga tak riuh memainkan licin usia

(Sumber : Sabili November 2010)

Nafiah Al-Ma'rab adalah nama pena dari Sugiarti, SSi. Saat ini aktif menulis cerpen, puisi, resensi dan essay, opini di beberapa media. Beberapa antologi bersama miliknya antara lain; Antologi Pemenang Lomba Cerpen Balai Bahasa Pekanbaru 2009, Antologi Dua Warna FLP Riau 2010, Kumpulan Surat Cinta untuk Murobbi 2010, Curhat Jalan Raya Leutika Publisher Jogjakarta 2010, Islam Mengajarkan Tradisi Menulis Muda Cendikia Jakarta 2010, Antologi Kerdam Cinta untuk Palestina Polifenol Publishing 2010.