Senin, 22 Februari 2010

Pesta Buku selalu di Nanti

Kegiatan yang satu ini terbilang cukup langka. Hanya sekali dalam setahun. Itu pun kalau pihak EO (Even Organizer), mau menyelenggarakan. Ditambah pihak penerbit yang mau bekerjasama. Atau juga dukungan pemerintah.
Di Pekanbaru sendiri, Pesta Buku atau Book Fair terakhir dilaksanakan sekitar bulan Agustus 2009 yang lalu. Bagi saya sendiri, kegiatan seperti ini selain saya bisa dengan leluasa mendapatkan buku murah, tapi juga bisa menemukan buku-buku lama yang kualitasnya justru lebih bagus.
Namun, jika dibanding dengan daerah Jawa. Pekanbaru masih jauh tertinggal. Saya pun tidak tau apa sebabnya. Barangkali karena pihak penyelenggara ragu untuk menyelenggarakan disebabkan oleh minat baca masyarakat Riau yang masih rendah.
Kata terakhir itu pun – minat baca masyarakat Riau yang masih rendah – saya sendiri masih belum memiliki data yang bisa dipertanggung jawabkan. Tapi, begitulah yang saya rasakan. Bahkan teman-teman yang sering berdiskusi dalam forum-forum penulis, mengatakan demikian.
Itulah sebabnya pesta buku selalu dinanti. Korelasinya, semakin banyak pengunjung dalam pesta buku tersebut adalah sebagai salah satu indikator kemajuan minat baca suatu daerah. Kau juga pasti sejutu! (ribzah_paragraf)



0 komentar: