Rabu, 21 Oktober 2009

Ketua MPP PKS dipercaya Jadi Menristek

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS Suharna Surapranata dipercaya oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam kabinet pemerintahan SBY-Boediono.

"Presiden SBY dan Wapres terpilih Boediono memberi arahan tugas dan target yang harus dicapai untuk menunjang pelaksanaan pembangunan ekonomi berlandaskan pada daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Suharna usai menjalani uji kelayakan sebagai menteri di kediaman Presiden Yudhoyono di Cikeas, Bogor Minggu (18/10).
Suharna memiliki kompetensi pendidikan berbasis riset dan teknologi. Alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia dan master dari ITB itu pernah di Badan Atom Nasional (Batan). Namun ia tinggalkan untuk konsentrasi sebagai entrepreneur.
Sementara Fahmy Alaydroes, teman semasa kuliah di UI dan kolega membesarkan lembaga pendidikan Nurul Fikri, mengaku sudah mengira Suharna bakal terpilih. Saat ini Fahmy Ketua Yayasan Nurul Fikri, lembaga yang dirintis bersama Suharna semasa kuliah di UI. Nurmahmudi Bangga Sementara itu, mantan Presiden Partai Keadilan (PK) Nurmahmudi Ismail yang diwawancarai terpisah mengaku bangga akan kader-kader PKS itu. Dua dari empat calon menteri yang dijagokan PKS merupakan koleganya. Bukan hanya itu, Tifatul Sembiring dan Suharna Surapranata tinggal di satu kelurahan dengan dirinya di Depok, Jawa Barat.
Nuansa kegembiraan itu terpancar di wajah Nurmahmudi Ismail ketika ditemui Persda Network di kediaman pribadi di Komplek Griya Tugu Asri Blok A4, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Minggu (18/10). Menurut Wali Kota Depok itu, 4 menteri jatah PKS telah dipastikan.
Ia mengaku bangga, karena kader-kader PKS menjadi calon menteri. “Saya senang karena Pak Tifatul dan Pak Suharna adalah kolega saya di PKS. Waktu saya Presiden PK (Partai Keadilan sebelum berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera) Pak Tifatul adalah humas saya. Sedangkan Pak Suharna Anggota Majelis Pertimbangan Partai. Sekarang saya lebih senang, karena berhasil mengantarkan Pak Tifatul jadi humasnya Republik Indonesia,” katanya.
Nurmahmudi lebih bangga lagi karena dua calon menteri tersebut tinggal satu kelurahan dengannya.
“Pak Tifatul dan Pak Suharna warga saya di Depok. Bahkah kami tinggal satu kelurahan di Kelurahan Tugu,” katanya.
Bila ditarik garis lurus, rumah Nurmahmudi dan Suharna tidak lebih dari 200 meter. Nurmahmudi tinggal di kompleks elite, sedangkan Suharna berada di luar, tepatnya di belakang kompleks Griya Tugu Asri.
Ada pun kediaman Tifatul berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah Suharna dan Nurmahmudi. Kompleks ini rupanya basis PKS, dan hunian para petinggi partai bernomor 8 pada Pemilu 2009. Satu kompleks dengan Nurmahmudi ada Ketua Departemen Pendidikan PKS Fahmy Alaydroes. Suharna saat ini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai DPP PKS, dan Tifatul Presiden PKS.
Mengenai Suharna, dan Tifatul, menurut Nurmahmudi, memiliki kesamaan.
“Mereka sama-sama memiliki kompetensi di bidangnya dan jiwa entrepreneurship yang tinggi,” tambahnya.
Sedangkan Tifatul yang insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIK) Jakarta, sejak tahun 1982 bekerja di PT PLN .
Tugasnya menggarap bidang telekomunikasi dan data processing. Tahun 1989 mengundurkan diri untuk berdakwah dan bergabung dengan PKS..
Tak ada yang istimewa di rumah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring kendati ayah dari tujuh anak itu dijagokan menjadi Menteri Informasi dan Komunikasi (Menkominfo) dalam kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.Rumah bercat hijau muda di Pondok Mandala II, Blok N, Nomor 1, RT001/RW017, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), terlihat biasa-biasa saja. (Helmi:liputan internet)



0 komentar: