Selasa, 18 Agustus 2009

Pengibaran Bendera Bawah Laut Masuk Rekor Dunia

Lagu kebangsaan Hari Merdeka menggema di pantai Malalayang, Manado, Senin (17/8). Lagu tersebut dinyanyikan oleh ribuan penyelam usai melakukan upacara memperingati HUT ke-64 RI.Ya, satu rekor lagi berhasil dicatat dalam kegiatan Sail Bunaken di Manado.

Melalui upacara bawah laut, Indonesia kembali mencatatkan namanya di buku rekor dunia sebagai The Most People Scuba Diving Simultanously. Sama seperti pemecahan rekor sebelumnya, pada Ahad (16/8), ribuan peserta yang kemarin berpartisipasi dalam penyelaman massal kembali menjadi peserta dalam pembuatan rekor baru tersebut. Kali ini tercatat 2.486 penyelam.Upacara pengibaran bendera bawah air dilakukan tepat pukul 10.00 Wita. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Mokhlas Sidik dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul masih bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Komandan Upacara. Sebelum acara ini dimulai, Moekhlas sempat menyapa seluruh peserta. Dia mengajak para peserta agar tetap bersemangat. Maklum, acara ini cukup membuat seluruh peserta menguras tenaga.

‘’Hari ini, kita kembali akan mempersembahkan karya besar kepada bangsa Indonesia yang kita cintai, kita akan buat rekor dunia yang pertama yaitu Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan di dalam air,’’ ucapnya lantang. Setelah itu pihak panitia menyiapkan semua penyelam untuk berada di posisinya masing-masing.

Prosesi pengerahan penyelam dari darat hingga menuju ke tengah laut, sama seperti acara sebelumnya. Mereka bergerak menuju titik penyelaman dalam tiga gelombang. Setelah dipastikan semua peserta berada di posisi, mereka turun ke bawah air bersamaan dengan bunyi terompet.

Yang berbeda, para peserta lebih terlihat ekspresif. dengan berbagai gaya mereka gambarkan suka cita menyambut hari jadi bangsa ini. Sertu Sudarisman dari Kodam VII Cendrawasih misalnya. Dia menyelam hanya mengenakan celana ketat saja. Tapi, badannya digambari dengan motif ukiran khas Papua. Tak hanya itu, dia juga mengenakan koteka dan topi bulu.

‘’Supaya terlihat kalau saya dari Papua,’’ katanya. Dia juga mengatakan kalau apa yang dia kenakan tidak mengganggu pergerakannya di bawah laut. Dandanan Sudarisman tentu mengundang banyak orang untuk mendekatinya, minta foto bareng. terutama partisipan dari luar negeri. Ada juga peserta yang mengaitkan bendera di tabung (aqualung). Seperti yang dilakukan oleh anggota kelompok II dari Possi Jateng. salah satu anggotanya, Mustofa, mengatakan kalau mereka ingin terlihat lebih ‘’meriah’’ di bawah air.

Upacara di bawah laut berlangsung selama 20 menit. Setelah semua peserta berbaris rapi di bawah laut, barulah inspektur dan komandan upacara turun ke bawah. Pada saat penyelaman kemarin, para peserta terlihat lebih cepat pergerakannya. itu terjadi karena sudah dua kali mereka melakukan itu. Pada saat gladi bersih dan upacara pemecahan rekor penyelaman massal. Inspektur upacara dan komandan upacara berada tepat dititik tengah ribuan peserta, mereka saling berhadapan. di belakangnya ada tiga orang pengibar bendera. Di sisi kiri inspektur upacara adalah barisan peserta asing sedangkan di sisi sebelah kanan adalah barisan tamu VIP.

Upacara diawali dengan penghormatan umum lalu dilanjutkan dengan laporan dari komandan upacara bahwa upacara memperingati HUT RI siap dilaksanakan. Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Letda Marinir Mat Kholis, Sertu Marinir Doslen Sirait, serta Sertu Jas/W Triyuni. Di dalam laut sudah dipancang tiang bendera. diiringi lagu Indonesia Raya, perlahan-lahan bendera mulai naik keatas. Bendera tepat berada di ujung tiang setelah lagu Indonesia Raya selesai dikumandangkan melalui suara elektronik.

Saat pengibaran bendera, seluruh peserta melakukan hormat, termasuk para peserta asing dari AL Australia dan Filipina. Setelah itu Irup membacakan teks proklamasi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Upacara pun selesai. Irup dan komandan upacara meninggalkan tempat upacara. meski sudah selesai tapi para penyelam tidak langsung naik ke permukaan. Mereka memanfaatkan momen untuk berfoto. bahkan peserta asing melakukan atraksi membuat lingkaran dengan saling bergandengan tangan. lalu, mereka bersama-sama naik ke permukaan.

Setelah semuanya berada di permukaan, para peserta langsung saling bersalaman dan menyanyikan lagu Hari Merdeka bersama-sama. Raut bahagia dan bangga terpancar di wajah mereka. apalagi setelah sang juri Guinness World Record, Lucia Sinigagliesi menyampaikan selamat kepada seluruh penyelam. ‘’Selamat, kalian berhasil lagi. pemecahan rekor ini jumlahnya tiga kali lebih besar dari sebelumnya,’’ ucapnya.

Penjelasan Lucia pun disambut riuh oleh seluruh penyelam. tak hanya peserta saja, pengibar bendera juga merasa bangga dan lega bisa menuntaskan tugasnya dengan mulus. ‘’Wah bangga dan lega, pengibarannya lancar. awalnya sempat deg-degan juga. tapi semuanya berjalan lancar,’’ ucap Letda Marinir Mat Kholis.

Sorenya, sekitar pukul 18.00 wita, pusat acara berpindah ke Blue Banter Mal. Lucia Sinigagliesi, memberikan dua sertifikat rekor dari Guiness World Records yaitu The Largest Scuba Diving dan The Most People Scuba Diving Simultanously kepada TNI AL. Sertifikat tersebut diterima oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno.

Ketika menerima sertifikat tersebut, Edhy mengucapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. dia juga bilang kalau ada pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Pak SBY mengucapkan selamat kepada seluruh penyelam yang telah berhasil menciptakan rekor ini,’’ katanya.

Hari ini, acara akan dilanjutkan dengan kirab kota dan festival musik. Sedangkan besok akan diadakan parade kapal perang dan pesawat tempur. rencananya Presiden SBY akan hadir menyaksikan even ini. Sampai kemarin malam jumlah kapal yang sudah berada di Pelabuhan Bitung ada 10 armada. Yaitu AS (1 kapal), Malaysia (2 kapal), Korsel (1 kapal), Thailand (2 kapal), Inggris (1 kapal), Filipina (1 kapal), Singapura (1 kapal) dan Australia (1 kapal).(jan/din/jpnn)riau pos


0 komentar: