Selasa, 04 Agustus 2009

Mbah Surip Meninggal Saat Berjaya

Liputan6.com, Jakarta: Mbah Surip alias Urip Achmad Aryanto memang hanya Tuhan izinkan untuk menikmati sukses sesaat. Perjuangan puluhan tahun yang akhirnya membuahkan hasil miliaran rupiah tidak dinikmatinya. Ajal lebih dulu menjemput pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 60 tahun silam itu, Selasa (4/8).

Kuat dugaan, pelantun Tak Gendong ini meninggal akibat kelelahan. "Mungkin pola makan yang tidak teratur sementara jadwal si mbah ini yang begitu padat," kata Moenir Rahmat, produser eksekutif Playlist SCTVKapan ajal datang memang tidak ada yang tahu. Kematian itu begitu dekat. Kematian Mbah Surip seolah mengingatkan kita tidak ada yang abadi. Kekayaan, ketenaran, bahkan keangkuhan tak mampu menghentikan maut. Hanya kesalehan yang akan dibawa mati.

Mengenang Mbah Surip sedikit banyak mengingatkan kita pada Gombloh, musisi yang juga kelahiran Jawa Timur. Pelantun hits Di Radio ini juga selalu tampil bersahaja. Dia juga meninggal akibat berbagai penyakit yang dideritanya. Sama-sama nyentrik. Sama sama mendedikasikan diri untuk musik. Itulah Gombloh. Inilah Mbah Surip

Aksi Simpati untuk Mbah Surip

Liputan6.com, Jombang: Terkait meninggalnya penyanyi eksentrik Mbah Surip, sekelompok penggemar musik reggae menggelar aksi simpati di Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8). Sambil berkonvoi menaiki vespa kuno yang penuh aksesoris, belasan fans itu menyanyikan hits Tak Gendong milik almarhum di Puja Sera dan Taman Kota Jombang. Kabarnya, pedagang CD dan DVD kebanjiran rezeki karena lagu fenomenal itu banyak diburu warga.

Sementara itu puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok kesenian mahasiswa kampus Institut Agama Islam Negeri Serang, Banten, menggelar tahlilan mendoakan almarhum Mbah Surip. Dengan hikmat, mereka melantunkan surat Yasin dalam kegiatan yang digelar spontan ini. Bagi sebagian mahasiswa, Mbah Surip sudah dikenal sebelum ia tenar beberapa bulan terakhir. Peraih gelar Drs, Insinyur, hingga MBA ini dinilai sebagai sosok seniman sejati yang mendedikasikan hidupnya di dunia musik.



0 komentar: