Minggu, 02 Agustus 2009

Kibarkan “Bendera” mu!!!

Saat pesta demokrasi (Pemilu) – pileg dan pilpres – beberapa bulan yang lalu, kita masih ingat saat ribuan atribut – mulai warna putih sampai biru – mewarnai setiap jengkal jalanan. Mulai dari masa sosialisasi dan sampai kampanye. Bahkan dibeberapa sudut jalan masih kokoh atributnya, meski sang caleg stres tidak terpilih.
Kita lupakan saja semua itu. Kalaupun ada prinsip-prinsip yang tidak profesional, kita bisa mengevaluasi. Fokuskan harapan kita bersama, untuk menyalakan kembali semangat kemerdekaan. Usia kemerdekaan kita bila di konfersikan ke umur seorang manusia adalah masa-masa memberikan kearifan. 64 tahun itu adalah usia yang seharusnya untuk membangkitkan “harapan” pada setiap anak bangsa.
Jalanan yang beberapa waktu dipenuhi dengan perbedaan warna bendera. Sekarang terlihat jelas hanya ada satu warna “MERAH-PUTIAH”, ups..den ndak urang awak do, maksudnya “MERAH-PUTIH”. Tentu nuansa seperti ini, seharusnya semakin mengeratkan kita semua, apapun latarbelakang politik kita.
Anis Matta, seorang politisi dari PKS pernah mengatakan “Biarlah kita beragam warna. Tapi punya semangat yang sama untuk membangun bangsa ini. Saatnya kita berkumpul di gelanggang yang besar, dan menyuarakan satu kata INDONESIA.
Untuk itu, jangan sampaikan kita tambahkan rasa kekecewaan “semangat bung Tomo” saat merebut kota Surabaya, lantaran kita tidak mau berkorban untuk masa depan bangsa ini. Kalau kita sadar bila bangsa ini masih terjajah, kenapa kita berdiam dan tidak mengangkat bambu runcing “BANGKIT” dan meluluh-lantakkan tirani “mental terjajah” dalam dada kita.
Nyalakan “benderamu”, kibarkan semangat “Merah-putih”mu, BANGKILAH…! HARAPAN ITU MASIH ADA. Allahu Akbar!!!!
[Ribzah Nurhilmi]


0 komentar: