Minggu, 02 Agustus 2009

Berikan Apresiasi untuk Musisi Jalanan

Sabtu kemarin, (1/8). Saat pulang dari kampus, aku merasa sangat nyaman bila duduk dan melaju bersama bus kota. Eh..baru ja jalan, seorang anak muda masuk dan minta izin dengan sang sopir untuk ngamen.
Gayanya santai, lengkap dengan gitar di tangannya. “Okeh..Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan salam sejahtera untuk kita semua. Maaf bila kehadiran saya menggangu para penumpang sekalian. Izinkan saya untuk membawakan sebuah lagu pembuka dari tembang “Iwan Fals”. Begitulah kira-kira sang abang mulai memainkan gitarnya. “jreng-jreng…”Seiring dengan laju bus, si Abang tetap semangat bernyanyi. Udah pe-de bangetlah, berobsesi dan berakting seperti Bang Iwan. Tapi kayaknya ni Abang tau banget kesukaan penumpang. Lantas lagu keduanya si abang membawakan lagunya “Mbah Surip”. Heboh banget suasananya. Udahlah berdesak-desakan, busnya ngebut. Pokoknya komplitlah.
Sobat blogger!
Kita perlu berikan apresiasi untuk si abang. Di zaman yang serba susah ini perlu pandai-pandai untuk “hidup”. Kalau hanya mengandalkan ijazah saja tanpa skill, apalah jadinya. Tapi bukan saya ingin mengajak sobat blogger untuk menjadi pengamen. Perlu kita ketahui bersama, bahwa mengamen lebih baik dari pada peminta-minta – seperti yang ada di simpang lampu merah – yang terlalu berlebihan. Ini sebuah kesalahan dari petinggi negeri ini.
Si Abang meski hanya mengamen tentu punya alasan. Katakanlah karena sulitnya mencari kerja dengan mengandalkan ijazah SMP atau SMA. Tapi apapun itu, kita perlu berikan apresiasi kepada mereka. Meskipun Cuma seribu rupiah. Niatkan untuk sedekah atau berinfaq. Insya Allah, Yang maha pemberi rezeki akan menggantikannya dengan yang lebih bernilai. [Ribzah Nurhilmi]


0 komentar: