Sabtu, 13 Juni 2009

Ketika Blogger Bertasbih

Menarik bagi sobat blogger, ketika mendengar dan juga menyaksikan mega film KCB (ketika cinta bertasbih) - meskipun saya sendiri belum menyaksikan filmnya, maklumlah saya sendiri belum pernah nonton film di bioskop – ketika saat ini perfilman di Indonesia lebih banyak di dominasi film yang tidak ada nilai dan tidak menunjukkan karakter bangsa kita. Meskipun setelah AAC banyak yang coba merilis film yang bernuansa religius seperti wanita berkalung sorban, malah menuai kontroversi, lantaran tidak memahami karakter Islam sendiri dan bagaimana mengemas film agar mudah diterima oleh penonton.
Mega Film KCB diprediksikan akan menjadi film teratas di tahun 2009 ini. Jika 2008 ada Laskar Pelangi yang juga membawa nuansa film Indonesia tersendiri. Harapan kita semua film-film seperti itu mampu mengubur hidup-hidup film yang bernuansa klenik, horor, seram, dan “rendah”.
Adopsi novel ke Film sebenarnya mengindikasikan rendahnya kemampuan sang penulis naskah untuk membuat ide cerita yang lebih dinanti pasar. Namun di satu sisi dengan film media yang efektif dalam menyampaikan pesan dari penulis ke masyarakat. Bukankah dalam hal ini yang terpenting adalah bagaimana mengemas pesan agar bisa diterima masyarakat. Semoga Indonesia punya karakter perfilman tersendiri yang lebih bermoral, berahlaq, berbudi dan berkarakter.
Sobat blogger, yuk kita juga berkontribusi mengembalikan karakter bangsa ini. Moment 1 abad kebangkitan nasional, kita jadikan sebagai stimulan untuk sobat blogger bertasbih, merasakan bahwa bentangan Indonesia ini masih punya harapan. Dan kitalah yang akan mewujudkan harapan itu. Subhanallah.

Ribzah Nur Hilmi




0 komentar: