Rabu, 20 Mei 2009

Semua Ada Hikmahnya

Catatan Geliat Pena 1
Ini adalah catatan pertama di blog kesayanganku ini. Blog yang nggak bisa dikasi komentar. Padahal kemaren udah dicek grasak-grusuk, tapi nggak tau pa penyebabnya. Tapi nggak pa lah. Redaksi tetap menyediakan shoutbox untuk kasi komentar, meski terbatas.
Jadi begini, aku adalah salah satu pemenang dari MTQ Tk. Mahasiswa di UR (Universitas Riau) – dulunya Unri – yaitu cabang khattil Qur’an. Kira-kira diadakan pada awal april kemaren..em kalau nggak salah tanggal 1-4 April 2009. Jadi pemenang dari MTQ tersebut berhak mewakili UR untuk mengikuti MTQ Mahasiswa Tk. Regional Riau. Meskipun aku sudah berencana untuk “gantung kuas” tapi karena nggak ada yang lain aku ikutan juga. Meski panitia nggak ada dana. Jadi cuma capek-capek ngerjain khat yang 7 jam itu. Tapi mudah-mudahan ada hikmahnya.
Senin, 18 Mei 2009 aku dengan Ramli (Kabid. Humas Ar-royyan) hadir dalam technical meeting untuk MTQ itu, di masjd Alfida’ UMRI. Panitia mengingatkan lagi kepada kami bahwa pelaksanaan MTQ ini mulai dari tanggal 19-20 Mei 2009 di UMRI.
Tapi dari hasil TM itu, satu yang membuatku kecewa. Mau tau? (yup) “peserta harus membawa teri (emang mau digoreng?) eh triplek. Sendiri-sendiri, nafsi-nafsi” dan lombanya hari Rabu (20/5) jam 08.00 s/d selesai, biasanya 7 jam. (emang panitia nggak da dana? Kok berani-beraninya menaja kegiatan ini? Apakah nanti malah nggak mendzolimi peserta, padahal peserta nggak dari Pekanbaru ja. batinku). Aku jadi nggak semangat mau ikut.
Malam setelah itu aku harus nyiapkan kliping maatkul aneka tanaman pangan yang ditugaskan oleh dosenku, Ibu Sri yosefa. Sementara lay-outan B-Arku belum klar, kemaren siangnya dapat info dari amir “DANA BELUM ADA, PAKE DANA ANTUM JA DULU” “ya lah akh, jawabku”. Aku harus memutar otak 360 derajat. Gimana bisa dapat uang untuk cetak. Sampai malam sebelum aku bertanding belum juga dapat dana.
Aku coba tanya ke Novi (sekretaris B-ar) apakah ada dana iklan yang sudah masuk, tapi beliau kurang tau. Gimana caranya, aku sms ke mbk Sugi “Dana untuk cetak belum ada” ..tidak ada balasan, mungkin pulsanya habis. Atau hapeku kumat lagi nggak mau nerima sms.
Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan nanti. Sambil mikirkan tentang dana. Aku coba pastikan ikut apa nggak besok lomba itu. Soalnya teri eh teri lagi, tripleknya belum dapat. Cat belum diambil di kampus, mal belum dibuat, kliping belum siap, perut belum diisi.
Akhirnya aku putuskan untuk TIDAK IKUT MTQ, nanti kalau Lia tanya aku bilang apa? “Ah, bilang ja triplek nggak ada”. Tapi aku juga nggak yakin dengan keputusanku. Jam 9 malam aku ma Jamal jemput toolboxku yang biasa aku pakai untuk lomba.
Sampai dikampus rupanya mati lampu, aku jadi kwatir kalau sekre terkunci dan Basuki nggak ada di Musholla. Mudah-mudahan ada diluar.
Alhamdulillah….rupanya kotak itu kedinginan diteras musholla. “cabut yuk..besok mau lomba” (yup). Sampai dirumah kira-kira jam 10. Eka (kalau biasanya aku manggil kakak, karena ia satu-satunya kakak perempuan di keluargaku) sengaja dari tadi siang ku sms untuk mengaduk cat. Soalnya klipingku malam itu juga harus selesai.
Sekitar jam 00.00 kliping selesai. Cat juga secukupnya sudah diaduk ma kakak. 1 jam sebelum tidur aku sempatkan menambah layoutan B-Ar, sebab sore itu Novi ngirimkan bahan rubrik TOKOH.
Sekitar jam 04.30 aku bangun. Setelah shalat subuh, nggak sadar tertidur. Jam 09 aku terbangun karena ada dering hapeku, rupanya Fahmi. “Lombanya udah mau dimulai,” “Jemput ke tempat mas ya, tapi triplek belum ada Mi”
Secepat kilat aku berpikir gimana mau dapatkan triplek. Baru kali ini lomba khat dadakan kayak gini. “Yuk ke tempat perabot sana” rupanya nggak ada. “Beli ja di Toko bangunan” bal bla bla bla 38 ribu semuanya.
Jam 10 sampai di arena. Huuuu…mal nggak ada. Ah pake cara biasa ja. Nggak usah pake motif yang rumit.
Kebetulan ada kakak, dia ku tugaskan untuk mengantar klipingku ke kampus. “Antar ja nanti di ruang sawit Kak, tau kan?!”
Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, lima jam, enam jam, dan waktunya tinggal 15 menit, kata panitia. Hup hup hup selesai juga. LUAR BIASA aku bisa selesaikan dalam waktu 6 jam lebih beberapa menit lah. Tapi sayang, aku belum sempat menyiapkan hiasan semuanya. Tapi nggak pa lah…setidaknya juara 3 ditangan.
Sore itu juga pengumuman, “juara 3 khatiil quran jatuh kepada undian 02 atas nama MUFLIH HELMI dari Univeristas Riau”. Emang aku juga nggak yakin bisa juara satu. Tapi aku udah iktiyar.
Hari ini aku bahagia meski nggak bisa lolos untuk MTQ di Unsiyah Aceh. Tapi ALHAMDULILLA aku dapat tiket untuk ikut MTQ DI ROHUL. Sekitar setengah jam sebelum lomba Harfaini menawarkan ke aku untuk ikut MTQ di kecamatannya. Apa jadinya kalau aku hanya berdiam diri saja. Seperti teman ku di sana, kerjanya natapin laptop ja….
Mudah-mudahan nanti ada hikmah yang lain yang kutuai.

Pekanbaru, 19 Mei 2009




0 komentar: